konfigurasi SQL
Anda telah mendapatkan gambaran umum mengenai SQL Reporting Services. Namun sebelum melangkah lebih jauh lagi dengan menginstal software tersebut, anda perlu mengenal komponen-komponen yang ada di dalamnya. Secara garis besar, komponen SQL Reporting Services dibedakan menjadi dua: komponen server dan komponen klien. Selanjutnya, komponen server dibagi lagi menjadi tiga lapisan:
1. Report Server (server layer)
· Programmatic interface.
· Report processor.
· Data processing extension.
· Rendering extension.
· Scheduling dan delivery processor.
· Delivery extension.
2. Report Manager (application layer)
Untuk menampilkan laporan dan perangkat administrasi berbasis web.
3. Report Server database (data layer)
Database-database SQL Server (default-nya bernama ReportServer dan ReportServerTempDB), menyimpan informasi yang digunakan Report Server.
Database ReportServer menyimpan data konfigurasi statik (metadata) seperti:
· Report definition.
· Data source.
· User, policy, dan role.
· Report snapshot.
Database ReportServerTempDB menyimpan data sementara seperti:
· Session data
· Cached report
Sedangkan komponen klien terdiri dari:
1. Report Designer
2. Web browser
3. Third-party tools
Uraian selanjutnya akan menjelaskan persiapan dan langkah-langkah instalasi dari setiap komponen.
Untuk instalasi Report Server, Report Manager dan report server database yang standar, Reporting Services membutuhkan spesifikasi hardware minimum sebagai berikut:
· Komputer dengan processor Intel Pentium II 500 MHz atau yang lebih tinggi
· RAM: 512 MB
· Harddisk:
o Report Server (termasuk Report Manager): 50 MB
o Report Designer: 30 MB
o Microsoft .NET Framework: 100 MB
o Books Online dan contoh aplikasi/database : 145 MB
Ingat sekali lagi, bahwa spesifikasi di atas adalah kebutuhan yang minimum –bukan yang direkomendasikan. Pada prakteknya tentu anda menginginkan konfigurasi yang lebih baik. Terlebih jika anda berencana mengimplementasikan model Enterprise, tentunya tuntutan spesifikasi hardware akan meningkat secara signifikan. Anda akan membutuhkan sebuah atau beberapa server berkelas dan berperforma tinggi.
|
Catatan: Secara umum, yang harus diperhatikan pada report server database adalah bahwa server tersebut membutuhkan ruang harddisk yang besar. Sementara itu, Report server membutuhkan kecepatan processor yang tinggi dan ukuran RAM yang besar. |
Di sisi lain, terlepas dari konfigurasi hardware yang anda miliki, Reporting Services membutuhkan prasyarat instalasi (setup Prerequisites) yang harus sudah ada di dalam sistem sebelum Reporting Services itu sendiri diinstal. Anda dianjurkan untuk melakukan persiapan ini dengan seksama karena bila software itu tidak ditemukan, instalasi Reporting Services mungkin tidak akan berjalan dengan lancar.

Gambar 2.1.
Gambar di atas menunjukkan hasil verifikasi program setup Reporting Services sebelum instalasi dilakukan. Anda harus memperhatikan dengan baik-baik pesan yang ditampilkan. Pada beberapa kasus anda harus membatalkan instalasi untuk memenuhi terlebih dahulu prasyarat yang diminta.
Sebelum anda mengimplementasikan Reporting Services pada server production, ada baiknya anda melakukannya terlebih dahulu pada sebuah komputer uji coba (sebuah PC atau server). Ada beberapa alasan mengapa anda perlu melakukan ini. Server production adalah server yang digunakan untuk kepentingan bisnis perusahaan anda. Tanpa perlu dijelaskan panjang lebar, anda pasti mengetahui betapa pentingnya server ini untuk kelangsungan operasi perusahaan sehingga apa pun yang anda lakukan pada server ini haruslah dengan hati-hati. Instalasi atau perubahan konfigurasi pada server production harus direncanakan dengan seksama dan melalui prosedur tertentu. Sementara pada server development, anda mempunyai keleluasaan yang jauh lebih besar. Sekalipun anda belum fasih dengan sebuah software baru, anda bisa menginstal dan mencoba-cobanya tanpa resiko tinggi.
Terlepas dari instalasinya, proses akuisisi teknologi baru membutuhkan waktu yang tidak singkat, mungkin bisa berbulan-bulan sampai kita mampu menguasainya. Selama rentang waktu itu, tentunya kita mempelajari banyak teori, mempraktekkannya dan merubahnya disana-sini. Server development adalah tempat yang tepat. Sekalipun telah beralih ke server production, server development tetap diperlukan untuk ajang eksperimen.
Sebagai gambaran, selama saya mempelajari Reporting Services, saya menginstal semua komponen server dan client pada komputer yang sama: notebook pribadi saya. Silakan anda perhatikan spesifikasinya:
· Processor: Intel Pentium IV
· RAM: 256 Mb
· Harddisk: 80 Gb
· Software:
o Windows XP Professional, Service Pack 2
o Ms SQL Server 2000, Developer Editition, Service Pack 2a
o Ms SQL Server 2000 Reporting Services, Developer Editition
o Ms Visual Studio .NET 2003
Karena ini adalah tahap belajar, saya berpikir cukup memerlukan satu komputer agar saya bisa bekerja dengan mudah tanpa berpindah-pindah. Saya rasa anda bisa melakukan hal yng sama.
2.2.1. Sistem operasi dan Service Pack
|
Edisi Reporting Services |
Komponen |
Sistem Operasi |
|
Edisi Evaluation |
Server atau client |
· Windows 2000 dengan SP4, semua edisi · Windows 2003, semua edisi |
|
Edisi Standard |
Server |
· Windows 2000 Server dengan SP4 · Windows 2000 Advanced Server dengan SP4 · Windows 2000 Datacenter Server dengan SP4 · Windows Server 2003, edisi Standard, edisi Enterprise, atau edisi Datacenter |
|
Edisi Standard |
Client |
· Windows 2000 dengan SP4 · Windows XP Professional dengan SP1 |
|
Edisi Enterprise |
Server |
· Windows 2000 Server dengan SP4 · Windows 2000 Advanced Server dengan SP4 · Windows 2000 Datacenter Server dengan SP4 · Windows Server 2003, edisi Standard, edisi Enterprise, atau edisi Datacenter |
|
Edisi Enterprise (hanya komponen client) |
Client |
· Windows 2000 dengan SP4 · Windows XP Professional dengan SP1 |
|
Edisi Developer |
Server atau Client |
· Windows XP Professional dengan SP1 · Win2000 dengan SP4, semua edisi · Windows 2003, semua edisi |
2.2.2. Prasyarat Komponen Report Server
Berikut ini adalah prasyarat yang dibutuhkan sebelum menginstal komponen Report Server.
a. Distributed Transaction Coordinator (MS DTC)
Anda harus memeriksa apakah tipe startup dari service tersebut di-set ke Automatic atau Manual.
1. Jalankan Administrative Tools pada Control Panel kemudian pilih Services.

Gambar 2.2.
2. Untuk melihat atau merubah tipe startup, klik-kanan pada Distributed Transaction Coordinator, kemudian pilih Properties.

Gambar 2.3.
3. Pada opsi Startup type, pilih Automatic atau Manual. Klik Ok.
b. Web server dengan ASP.NET dan Internet Information Services (IIS) 5.0
Jika anda menggunakan sistem operasi Windows XP, Windows 2000 atau Windows 2003, sementara anda belum menginstal IIS maka hal tersebut bisa dilakukan dengan mudah.
1. Dari tombol Start, jalankan Setting à Control Panel.
2. Klik Add or Remove Program.
3. Pada window yang terbuka, pilih Add/Remove Windows Component.

Gambar 2.4.
4. Pada daftar komponen, pilihlah Internet Information Services. Jika anda tidak menemukannya, pilih Application Server dilanjutkan menekan tombol Detail. Anda akan menemukannya di sana.

Gambar 2.5.
5. Selanjutnya Windows akan meminta CD instalasi untuk dimasukkan ke CD ROM drive.
Sementara itu, yang dibutuhkan untuk menginstal ASP.NET adalah menginstal Microsoft .NET Framework (saat artikel ini ditulis, versi yang terakhir adalah Microsoft .NET Framework 1.1 dengan Service Pack 1).
Jika anda menggunakan Windows 2003, anda bisa menginstal ASP.NET bersamaan dengan IIS seperti diperlihatkan pada gambar 2.5. Namun jika anda menggunakan sistem operasi yang lain, Microsoft .NET Framework dapat diinstal dari tombol Start, jalankan All Programs à Windows Update. Program Internet browser akan terbuka dan membawa anda ke situs Microsoft untuk menginstal komponen tersebut. Prosesnya sangat mudah, anda hanya tinggal mengikutinya. Tetapi karena instalasinya dilakukan melalui Internet, prosesnya akan memakan waktu yang cukup lama.
Solusinya adalah men-download Microsoft .NET Framework Redistributable Package langsung dari situs Microsoft pada alamat:
Paket instalasi ini adalah sebuah file EXE. Anda bisa saja menggunakan program semacam download accelerator untuk mempercepat proses download. Setelah anda mendapatkan file tersebut, anda bisa menginstalnya berulang-kali pada komputer-komputer yang membutuhkannya.

Gambar 2.6.
Cara lain untuk menginstal Microsoft .NET Framework adalah dengan menginstal Visual Studio .NET. Namun tentunya anda tidak akan menginstal development tool pada server production, bukan? Cara ini bisa digunakan jika anda hendak menginstal Reporting Services pada komputer kerja anda untuk tujuan development.
Setelah selesai menginstal IIS, ada dua hal yang harus anda periksan:
· Pastikan IP address untuk situs web default dipetakan ke (All Unassigned).

Gambar 2.7.
· Hal lainnya adalah account IWAM_<nama_server> harus dalam keadaan aktif.

Gambar 2.8.
c. Microsoft Data Access Component (MDAC) versi 2.6
Sebelum menginstal MDAC, sebaiknya anda memeriksa dulu pada komputer yang bersangkutan apakah instalasi perlu dilakukan. Bisa saja MDAC sudah terinstal. Untuk memeriksanya, anda bisa men-download program MDAC Utility: Component Checker pada alamat:
http://msdn.microsoft.com/data/mdac/downloads/default.aspx

Gambar 2.9.
Untuk men-download MDAC (versi terakhir saat artikel ini ditulis adalah MDAC 2.8) anda bisa merujuk pada alamat situs web yang sama di atas.
d. Koneksi ke SQL Server 2000 SP3a
Jika Report Server dan Report Server database diinstal pada komputer yang berbeda, pastikan Report Server bisa terkoneksi dengan baik ke Report Server database.
e. Situs Web default dapat diakses dengan http://<nama_server>
Setelah IIS terinstal pada Report Server, pastikan situs web default-nya dapat diakses dengan alamat http://<nama_server>.
f. Untuk Windows 2003, server harus dikonfigur sebagai application server
Jika Report Server hendak diinstal pada Windows 2003, pastikan server tersebut dikonfigur sebagai application server.
1. Jalankan Start à Programs à Adminstrative Tools kemudian pilih Configure Your Server Wizard.

Gambar 2.10.
2. Windows akan menampilkan sebuah window Wizard. Klik tombol Next.

Gambar 2.11.
3. Klik tombol Next.

Gambar 2.12.
4. Pada window di atas, perhatikan kolom Server Role. Periksa apakah role Application server sudah dikonfigur. Jika indikatornya adalah “No”, anda harus melanjutkan Wizard ini dengan menekan tombol Next. Sebaliknya, bila “Yes” – anda bisa segera keluar dari Wizard ini. Hasil yang ditunjukkan oleh Wizard bisa berbeda pada setiap server, oleh karena itu anda harus menyesuaikannya sendiri dengan server anda.
Untuk membaca informasi lebih lanjut mengenai server role dan tingkat keamanannya, anda bisa membacanya pada dokumen bernama Windows Server 2003 Security Guide yang bisa anda download dari situs web:
http://www.microsoft.com/technet/security/prodtech/ windowsserver2003/W2003HG/SGCH00.mspx
2.2.3. Prasyarat Komponen Report Manager
Report Manager adalah sebuah aplikasi ASP.NET yang diinstal pada komputer yang sama dengan Report Server. Instalasi Report Manager adalah opsional. Jika anda menggunakan report viewing yang kustom atau management tool yang kustom, maka anda tidak membutuhkan komponen ini.
Prasyarat yang dibutuhkan oleh Report Manager aalah:
a. Web server dengan ASP.NET
b. IIS 5.0
c. Situs web default dapat diakses melalui http://<nama_server>
Seperti yang anda lihat, prasyarat yang dibutuhkan serupa dengan prasyarat komponen Report Server. Oleh karena itu jika anda telah mempersiapkan Report Server dengan benar, maka prasyarat Report Manager juga terpenuhi.
2.2.4. Prasyarat Komponen Report Server Database
Ingat bahwa Report Server dan Report Server Database bisa merupakan server yang sama atau server yang berbeda. Terlepas dari konfigurasi yang anda pilih, Report Server database haruslah merupakan sebuah komputer dengan SQL Server 2000 SP3a. Pada saat artikel ini ditulis, SQL Server 2005 belum dirilis. Namun pada waktunya nanti, tentu anda bisa memilih antara dengan SQL Server 2000 SP3a atau SQL Server 2005.
2.2.5. Prasyarat Komponen Client
Pada dasarnya komponen client tidak membutuhkan prasyarat. Komponen-komponen client dapat diinstal pada komputer kerja yang terpisah dari server production atau bisa juga diinstal pada server production.
|
Komponen |
Kebutuhan |
|
Report Designer |
Microsoft Visual Studio .NET 2003 dan MDAC 2.6 atau yang lebih tinggi. |
|
Administrative tool dan utility |
Komputer dengan akses ke Report Server. |
|
Reporting Services Books Online |
Tidak ada prasyarat. |
|
Contoh-contoh aplikasi dan laporan |
Tidak ada prasyarat. |
Setelah anda selesai menyiapkan hardware dan prasyarat software untuk Report Server dan Report Server database, maka instalasi Reporting Services bisa dimulai.
1. Masukkan CD instalasi SQL Server Reporting Services ke dalam CD ROM drive pada komputer yang akan diinstal Report Server.

Gambar 2.13.
2. Program setup akan mempersiapkan proses dengan meng-copy file-file yang diperlukan selama instalasi. Ini adalah tahap persiapan, anda bisa menekan tombol Install untuk melanjutkan.
Setelah prosesnya selesai, anda bisa melanjutkan dengan menekan tombol Next.

Gambar 2.14.
3. Selanjutnya program akan memeriksa apakah komponen-komponen prasyarat sudah terinstal pada komputer yang bersangkutan. Jika tidak ada pesan yang signifikan, anda bisa melanjutkan dengan menekan tombol Next.
|
Catatan: Pada tahap ini anda mungkin akan menjumpai pesan “Visual Studio .NET 2003 is not installed”. Ini bukan kesalahan yang fatal. Pesan ini bisa diabaikan jika anda memang tidak berencana menginstal Visual Studio .NET pada komputer tersebut. |
Jika anda melihat pesan peringatan tentang beberapa prasyarat penting yang belum terpenuhi, sebaiknya anda menghentikan proses instalasi ini dan menginstal komponen-komponen yang diminta tersebut terlebih dahulu. Anda bisa kembali ke proses instalasi ini setelah itu.

Gambar 2.15.
4. Program setup akan memulai instalasi Reporting Services. Klik Next.

Gambar 2.16.
5. Silakan mengisi informasi nama dan perusahaan anda. Klik Next.

Gambar 2.17.
6. Pada window ini anda dapat menentukan komponen-komponen apa saja yang akan diinstal pada komputer yang bersangkutan. Lanjutkan dengan menekan tombol Next.

Gambar 2.18.
7. Berikutnya anda harus menentukan account yang akan menjalankan Reporting Services. Ini adalah account yang menjalankan service ReportServer.
Pilihan yang tersedia adalah built-in account atau domain user account. Jika anda memilih built-in account, maka program setup akan menetapkan NT AUTHORITY\SYSTEM sebagai account yang menjalankan service tersebut.
Sementara itu, jika anda memilih domain user account, anda harus mengisi nama user, password dan domain dimana user tersebut dibuat.
Microsoft merekomendasikan untuk menggunakan tipe account yang disesuaikan dengan jenis sistem operasi Windows, service tersebut dan konfigurasi domain anda. Tipe account yang bekerja baik pada sebuah sistem operasi bisa jadi tidak efektif pada lingkungan yang lain. Yang perlu anda perhatikan pada pemilihan account adalah bahwa pilihan tersebut mempengaruhi koneksi antara Report Server dan Report Server database, juga antara server tersebut dengan sumber-sumber data yang digunakan oleh laporan-laporan yang bersangkutan.
Jika Report Server berjalan di atas Windows Server 2003 atau Windows XP, anda bisa memilih built-in account atau domain user account. Sementara itu jika anda menggunakan Windows 2000, anda perlu memperhatikan konfigurasi domain yang ada. Jika domain anda memiliki beberapa domain controller yang menjalankan sistem operasi yang beragam (dan domain functional level-nya mendukung Windows 2000) anda dianjurkan memilih built-in Local System account (NT AUTHORITY/SYSTEM).
Jika domain anda hanya terdiri dari Windows Server 2003 domain controllers (dan domain functional level-nya dinaikkan ke Windows Server 2003), anda bisa menggunakan domain account untuk menjalankan ReportServer Windows service. Pada beberapa kasus, domain-domain Windows Server 2003 membatasi Local System account dari komputer-komputer Windows 2000. Jika hal ini terjadi pada domain anda, maka Report Server (yang berjalan sebagai Local Sytem pada Windows 2000) tidak mempunyai akses ke informari domain account dari domain Windows Server 2003, akibatnya fungsi-fungsi Report Server tidak akan bekerja dengan baik.
Yang terakhir, program setup juga akan membuat sebuah account baru bernama ASPNET pada komputer yang sedang diinstal ini untuk menjalankan web service. Anda tidak bisa menggunakan account yang lain selama proses instalasi ini.
Klik Next untuk melanjutkan.

Gambar 2.19.
8. Selanjutnya anda menentukan nama virtual directory yang akan dibuat pada IIS. Anda bisa mengaktifkan opsi SSL, namun sebaiknya untuk saat ini dinon-aktifkan dulu. Kita akan mengaktifkannya nanti setelah uji coba semua koneksi telah berjalan dengan baik.
Lanjutkan dengan menekan Next.

Gambar 2.20.
9. Pada window ini anda harus menentukan parameter database untuk terhubung ke Report Server database. Pada SQL Server instance anda harus mengisikan nama SQL Server dimana Report Server database berada. Database ini bisa berada pada server yang sama dengan Report Server atau server yang terpisah. Hal ini tergantung dari konfigurasi yang anda pilih.
Berikutnya anda mengisikan nama database yang akan berisi report metadata.
Terakhir anda menentukan Credentials Type yang digunakan Report Server untuk login ke Report Server database. Pilihannya ada tiga:
· Service account
· Domain account
· SQL Server login
Jika Report Server database diinstal pada komputer yang berbeda dari Report Server, pilihan anda adalah Domain account atau SQL Server login. Sementara itu jika Report Server database dan Report Server diinstal pada komputer yang sama, maka anda bisa memilih salah satu dari ketiga tipe credential tersebut.
Klik Next untuk melanjutkan.

Gambar 2.21.
10. Pada layar berikutnya anda diminta untuk memasukkan alamat SMTP server yang berguna untuk pengiriman laporan lewat e-mail. Untuk sementara anda bisa mengosongkan kolom-kolomnya.
Klik Next.

Gambar 2.22.
11. Berikutnya anda harus memasukkan nama SQL Server untuk menginstal contoh database. Klik Next.

Gambar 2.23.
12. Yang terakhir anda harus menentukan jenis licensing dari Reporting Services. Hal ini harus disesuaikan dengan konfigurasi server-server yang anda miliki seperti yang telah dijelaskan pada bab 1.
Tekan Next untuk melanjutkan.

Gambar 2.24.
13. Proses instalasi telah selesai. Klik Finish untuk mengakhiri.
Jika pada layar di atas anda menjumpai pesan bahwa Report Server harus diinisialisasi secara manual (seperti pada gambar di atas), maka berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan.
1. Pastikan ReportServer service dan MSSQLSERVER service diaktifkan pada Report Server.
2. Pastikan MSSQLSERVER service diaktifkan pada Report Server database (jika Report Server dan Report Server database diinstal pada server yang berbeda).
3. Pada Report Server, jalankan command shell (Start à Run, kemudian ketik cmd pada kolom perintah).
4. Arahkan direktori kerja ke lokasi program SQL Server, umumnya C:\Program Files\Microsoft SQL Server\80\Tools\Binn. Lokasi ini bisa berbeda tergantung instalasi anda.
Gunakan perintah CD untuk pindah ke direktori tersebut.
CD “C:\Program Files\Microsoft SQL Server\80\Tools\Binn”
5. Pada command prompt ketikkan perintah
rsactivate -m <nama_server>
Report Server telah diinisialisasi.
Setelah instalasi selesai dilakukan, anda harus menguji hasilnya.
1. Pastikan service untuk SQL Server, IIS dan Reporting Service sedang berjalan pada server yang bersangkutan.
1. Jalankan Control Panel à Administrative Tools à Services.
2. Pastikan status dari tiga service ini adalah Started:
o MSSQLSERVER
o ReportServer
o World Wide Web Publishing
2. Pastikan Report Server sedang berjalan.
Jalankan program Internet browser dan ketikkan alamat:
http://<nama_report_server> /ReportServer
Pada browser anda harus muncul tampilan seperti di bawah ini, yang menandakan Report Server telah terinstal dan berjalan dengan baik.

Gambar 2.25.
3. Pastikan Report Manager sedang berjalan.
Jalankan program Internet browser dan ketikkan alamat:
http://<nama_report_server> /Reports
Pada browser anda harus muncul tampilan seperti di bawah ini, yang menandakan Report Manager telah terinstal dan berjalan dengan baik.

Gambar 2.26.
Dengan selesainya verifikasi hasil instalasi, maka seluruh proses instalasi Reporting Services telah selesai.